Kekerasan anak

Tersangka Amn dalam Ancaman

Kompas.com - 20/02/2012, 17:34 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Tersangka penganiayaan terhadap rekannya sendiri Amn (13) dalam ancaman saat menikam temannya SM (12). Penganiayaan terhadap rekan sesama siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Cinere, Depok itu terjadi setelah korban ingin melaporkan Amn ke polisi. Lalu Amn nekat menganiaya SM hingga ditemukan warga dalam kondisi hampir tewas.

"Dia disudutkan bahwa dialah yang menjadi pelaku pencurian. Sebetulnya pengambilan telepon genggam temannya untuk main-main, bukan untuk motivasi kriminal mencuri, dan itu juga dia disuruh oleh temannya," tutur pemerhati masalah anak Seto Mulyadi ketika mengunjungi Amn di ruang penahanan anak di Polsesk Beji, Senin (20/2/2012).

Sementara temannya lepas tanggung jawab. Dia merasa terancam pada waktu mendengar kata-kata akan dilaporkan ke polisi oleh korban, dia sepertinya sangat trauma pada polisi. Lalu dia bingung dan akhirnya khilaf. Amn, kata Seto, sangat ketakutan berurusan dengan polisi. Dia tidak ingin kakaknya Faisal dan isterinya Yanti, tenpatnya tinggal sat ini, marah kepadanya.

"Jangan-jangan, persoalan ini adalah dunia anak-anak yang kelihatan sederhana. Namun bagi orang yang seperti pelaku atau tersangka, hal ini sebetulnya memang keadaan yang membuat panik, dan dapat menimulkan suatu tindakan-tindakan nekat yang sama sekali tidak terduga.

Perasaan trauma pada diri Amn, tutur Seto, bisa terjadi karena faktor di tempat tinggalnya. Dari hasil pembisaraan dengan tersangka, dia pernah menjadi korban kekerasan saat berbuat salah di rumah.

Menurut pengakuan Amn dia pernah dihajar ketika sedang tidur. "Jadi inilah momen untuk menghentikan kekerasan terhadap anak, karena anak betul-betul akan mengimitasi berbagai kekerasan yang diterimanya," tutur Seto.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau